[Live Action Review – Shingeki no Kyojin – Part 1]

58e950a0078be876ed6f663a3c38f0351429243902_full

Waktu tayang di bioskop beberapa minggu lalu sempet ada konflik hati antara pengen nonton atau ngga. Karena begitu banyak review ‘jelek’ tentang film ini, takut nyesel juga nontonnya (gamau rugi /plak) sampai akhirnya muncullah niat mau nonton ini di Blitz Paris Van Java sekitar 3 minggu lalu… eehh… udah ga tayang /le cries.

Akhirnya saya kerahkan usaha terakhir saya nonton ini kepada fansub terdekat. Saya janji part 2nya bakal nonton di bioskop! Amen!

P.s. SPOILER BERTEBARAN!

I’VE WARN YA!


Eren Yeager is determined to help save humanity when titans appear and being to feast on human flesh. (taken from IMDB)
p.s i read the synopsis and was like… what?

Peringatan bahwa film ini akan berbeda total dari cerita aslinya sudah digalakkan jauh-jauh hari oleh para staffnya. Saya juga sudah antisipasi, dan tbh itu yang jadi salah satu pertimbangan terbesar saya nonton pilem ini apa kagak.

Ternyata, memang dari awal film ini sudah sangat berbeda. Awal cerita tidak terjadi saat Eren dkk masih kecil, sejak pertama mereka diceritakan sebagai remaja primitif yang bekerja di dinding bagian terluar. Tidak ada anak yang mengagumi Scouting Legion dan bercita-cita jadi salah satu dari mereka, tidak ada kisah dramatis dimana ibu Eren dimakan titan, pokonya semuanya beda total!

Tapi berkat itu juga saya jadi ngga ngebanding-bandingin film ini dengan cerita aslinya.

Oh… satu lagi. Tidak ada Mikasa yang terobsesi pada Eren.


Berbicara tentang castnya… Saya ngga ada masalah sekali. Karena, especially 3 cast utamanya, Haruma Miura, Kiko Mizuharadan Kanata Hongo adalah beberapa nama yang cukup well-known sebagai aktor.

Tapi mungkin ini salah sutradaranya juga ya…

Saya kurang suka beberapa part dari akting mereka.

Seperti misalnya ketika dinding pertama kali di bobol, seperti tidak ada kesan ‘oh no, gua bakalan mati.’ kemudian lari. Armin malah pasang muka yang kurang pas (?) sambil jalan ke depan dan berteori.

Lalu yang kedua, ekspresi Eren dan Mikasa ketika melihat ayahnya Armin di tangkap titan (sementara Armin entah dimana) Eren cuma bilang ‘itu… ayahnya Armin?’ kemudian lanjut dorong-dorongan lagi.

Ya… kayanya saya mau protes sama sutradaranya aja! Itu beberapa miss yang saya temui dari akting para pelakonnya. Semoga ga nambah.
Tapi di antara mereka, saya paling suka sama Hanji. Entah kenapa aktornya bener-bener bisa merepresent Hanji di real life (menurut saya). Seorang pecinta titan yang selalu berusaha serius tapi tetep konyol, Hanji ya kaya gitu.

Hiroki Hasegawa sebagai Shikishima, which is the one we can call as ‘another Levi’, is surprisingly good at his role!
Saya gabisa ga ngebayangin Shikishima itu bukan Levi. Jadi saya mikirnya, Shikishima itu Levi versi casanova yang lebih murah senyum (dan lebih tinggi). And he’s not that bad! I mean… saya gampang luluh sama om-om berponi atau berbewok. Mikasa aja naksir. lol


Salah satu hal paling kritis dari film ini adalah bagaimana film ini bisa memperlihatkan ketakutan masyarakat seperti yang dilakukan anime maupun manganya yang saya bilang keduanya berhasil mengangkat faktor itu.

Sayangnya, buat saya, untuk staff yang menangani live action ini mereka harus bekerja lebih keras lagi karena buat saya sendiri, ketika scene penyerangan titan ke tengah kota, saya ngga ikut-ikutan merasa takut seperti yang saya rasakan waktu baca manga atau nonton animenya. Pembela umat manusianya sendiri bahkan masih sempet-sempetnya berhubungan intim di tengah perang… gimana saya mau takut kalo merekanya aja nyantai?

Somehow saya malah ngerasa adegan titan makan manusianya terlalu di fokuskan. Alhasil saya jadi ngebayangin iklan ayam goreng original KFC waktu liat adegan itu.

Untuk animasinya, saya paham sih ini masalah budget. Not that bad lah tapi emang saya ngarep lebih juga lol.


Verdict!

Orang-orang di belakang film ini harus berusaha lebih keras lagi untuk mengejar impresi yang sama ketika kita nonton anime atau baca manga aslinya. Tho, this movie isn’t that bad. Saya masih menikmati film ini kok. Terutama di scene ini.

“Nikmatnya ditikung”
Advertisements

5 thoughts on “[Live Action Review – Shingeki no Kyojin – Part 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s