[Anime Review – Aki no Kanade]

img_akino_06

Baru tadi malam saya coba ngisi waktu santai sambil nonton beberapa judul anime. Salah satunya Aki no Kanade yang merupakan salah satu project keluaran Anime Mirai tahun 2015.

Kalau kalian belum tahu apa itu Anime Mirai, adalah suatu project yang diadakan tiap tahun dimana para animator muda dari setiap studio anime di Jepang menelurkan karyanya yang berisi satu episode (kurang lebih 25 menit), contoh Anime Mirai yang mungkin kalian kenal adalah Harmonie, dan Death Billiard yang kemudian sukses jadi anime seri dengan judul Death Parade. Untuk jelasnya silahkan googling aja ya.

Aki Miyagawa meninggalkan kampung halamannya di Kariyama menuju Tokyo untuk menjadi pemain Taiko professional. Sayangnya ia kesulitan untuk membagi waktu latihan dengan kerja sambilannya. Hingga suatu hari guru Taikonya, Yoshioka, mengajaknya untuk kembali ke desanya untuk menjadi pengajar Taiko sebelum festival terakhir mereka.


Awalnya saya ga terlalu berharap sama anime ini. Tapi ternyata secara baik Aki no Kanade cukup mempesona saya.

Tema utama yang diangkat dari anime ini adalah seorang gadis yang cinta Taiko dari kecil. Kalau kamu suka main Osu! atau hobi ngabisin duit di Time Zone kamu pasti tau Taiko itu apa. Bicara soal anime musik, biasanya kita nonton yang instrumennya terbilang mewah, semacam biola, piano, atau yang keren-keren seperti band. Alat musik tradisional cukup jarang dijadikan cerita utama, makanya tema cerita ini terbilang baru buat saya.


Tuntutan durasi juga, alhasil banyak plothole yang sebenarnya masih pantas dikupas dari cerita ini dan menjadi daya tarik. Seperti proses latihan, atau mungkin hubungan Aki dengan Naoto.

Para pembuat anime ini lebih memaksimalkan cerita tentang Aki sebagai pecinta Taiko ketimbang Taikonya sendiri. Bagusnya mereka memperlihatkan bagaimana Aki tumbuh dari kecil sampai sekarang sebagai gadis yang cinta Taiko. Saya pribadi punya ekspektasi anime ini bisa mengupas sedikit serba-serbi mengenai alat musik Taiko, tapi kayanya ga mungkin karena balik lagi ke kata awal paragraf ini. Durasi.

Soal gambar, saya puas banget sama latarnya. Terutama waktu… kalau ga salah sore hari di desanya, keliatan keren! Untuk design karakter so-so, khas anime jaman sekarang lah. Cuma kadang suka bingung sama Aki, kakaknya, sama temennya. Muka, gaya rambut + warna rambutnya mirip.


Naoto, kecilnya lucu gedenya cakeb

Aki no Kanade somehow memotivasi saya untuk pengen ngabisin duit di Time Zone untuk sekedar menabuh Taiko. Emosi Aki yang terlihat senang sekali ketika berhadapan dengan Taiko benar-benar kerasa. Seandainya anime ini punya kesempatan untuk dijadikan seri atau barangkali movie dengan durasi yang lebih panjang, mungkin bisa jadi anime yang worth to watch!

Verdict!

Saya pengen main Taiko!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s