[Review Light Novel – The Everlasting Andante

Pertama-tama, saya nulis ini sambil lagi di kantor dan lupa fotoin buku beserta isinya, nyari di gugel gambar-gambar ilustrasinya pun ngga ketemu jadi… alakadarnya aja ya.

Oke, ini adalah LN kedua yang akan saya bicarakan disini. The Everlasting Andante a.k.a Yuukyuu no Andante. Berawal dari review seseorang di FFF Community, saya lupa siapa yg nulis but thanks to him. Akhirnya saya beli ini juga.

“Berlari, sampai mencapainya suatu saat nanti.”

Pada suatu malam, suatu karavan dibinasakan oleh makhluk mengerikan yang dikenal sebagai ‘Mushi’, dan hanya menyisakan seorang gadis kecil. Natsume nama gadis tersebut, ia terselamatkan oleh kedatangan Abel, seorang pemuda yang memanggul pedang besar. Pertemuan tidaklah panjang karena mereka pun segera berpisah. Setelah melalui cobaan dan tumbuh dewasa, Natsume akhirnya bertemu kembali dengan Abel. Namun sosok Abel sama sekali tidak berubah sejak pertemuan pertama mereka, seorang pemuda yang tidak memiliki ingatan dan hanya hidup untuk menjalankan misi memburu Mushi di padang tandus…


Let’s just straight to the point. Cerita ini menggunakan teknik orang ketiga dari sudut pandang salah satu pemeran wanita utamanya, Natsume. Buat saya pribadi, The Everlasting Andante lebih mengarah ke konsumen wanita. Kenapa? Ya kecuali kalau kalian laki-laki yang tidak merasa aneh dengan segala deskripsi fisik cowok ganteng bertubuh kekar disini. Tidak masalah kok.

Saya cukup menikmati ceritanya. Dari awal bahkan sudah di suguhkan oleh scene yang cukup bikin nagih per halamannya. Pace cerita terkesan cepat tapi tidak begitu terburu-buru. Buat saya sih pas… ya okelah.

Porsi adegan romantis antara dua tokoh utama disinipun bisa dibilang cukup bikin saya puas! Untuk kalian yang suka dengan cerita cinta pure tanpa bertele-tele orang ketiga orang keempat dan seterusnya, mungkin kalian akan suka cerita ini.


Tapi genre utama The Everlasting Andante tidak hanya romance saja. Kesan cerita fantasynya pun cukup kental dengan kehidupan orang-orang padang tandus yang tiap harinya dihantui oleh serangan mushi yang bisa terjadi kapan saja. Karena namanya mushi, saya jadi beranggapan makhluk itu mungkin semacam serangga kecoak raksasa yang suka menyerang orang. Geli juga sih…

Tapi tentu saja, saya juga menemukan beberapa kekurangan dalam cerita The Everlasting Andante.

Diceritakan dua tokoh utama, Natsume dan Abel adalah dua orang yang berasal dari dua dunia berbeda. Tapi tak ada keterangan jelas mengenai latar dimana dunia tersebut, bahkan sebutannya pun hanya dunia ‘sini’ dan dunia ‘sana’ yang kadang kalau cerita sedang ada di dunia ‘sana’ pasti disebutkan dengan dunia ‘sini’. Bingung? Sama, saya juga.

Dua Bab pertama kita dimanjakan dengan cerita cinta antara Natsume dan Abel yang secara natural berkesan manis, jangan lupakan scene-scene pembasmian mushi yang juga tidak kalah menarik. Kemudian memasuki Bab selanjutnya seolah-olah cerita dibuat sama sekali berbeda.

Munculnya karakter baru, dan konflik yang ‘seharusnya’ jadi klimaks cerita. Dalam satu buku ini seperti dibagi menjadi dua cerita antara dua tokoh utama. Hanya saja di bab-bab akhir dibumbui dengan konflik baru yang menurut saya penjelasannya terlalu sedikit sampai kadang-kadang yang baca mungkin akan berpikir “ini ada apa?”


Verdict!

Kalau mau kasih nilai… mungkin saya kasih 6,7/10. Nanggung amat.

Saya sangat menikmati cerita cinta Natsume dan Abel disini. Sayangnya tidak untuk fantasynya yang buat saya berasa kurang diolah dengan baik. But then, this one is worth to try too.

Kalian bisa beli buku ini di toko buku Gramedia, Togamas, Minomise, dan Diwaca seharga IDR 48,000.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s