[Review Light Novel – Penguin Summer]

penguin_summer_cover

Setelah sekian lama ngga nyentuh yang namanya lite novel, atau light novel, or whatever the name is, ketika singgah ke toko buku Gramedia saya liat serangkaian judul lite novel di rak dan langsung bertekad mau beli gajian bulan depan (bulan ini). Padahal saya sendiri bukan tipe orang yang suka baca novel, terus kenapa? (sesi curhat iyey) Karena waktu SMP saya pernah coba baca satu lite novel judulnya The Giant Dwarf dan really… that’s the very first time i ever have an interest to novel book. Dan The Giant Dwarf ini, sampe sekarang, sampe saya googling pun ngga pernah nemu bukunya. (sesi curhat selesai.

Oke, balik lagi ke topik utama. Jadi dari 4 judul yang disuguhkan dalam rak tersebut saya pilih Penguin Summer ini. Jangan tanya kenapa, saya cuma milih secara random.

Namaku Higashida Takashi. Di liburan musim panas ini, teman masa kecilku yang bernama Souma Akari , mendadak memaksaku untuk pergi bersamanya ke “Gunung Shirokobe” demi mendalami legenda kota kami, yaitu “Kubinashi-sama”. Akan tetapi…

Ada organisasi rahasia “Kelompok Topeng Merah” yang beraksi diam-diam di kota.
Ada juga rumor tentang harta terpendam yang ada di gunung Shirokobe.
Lalu, ada penguin juga…
Semuanya itu saling terjalin menjadi satu, dan bergerak menuju akhir yang tak terduga.

Benar-benar sebuah cerita musim panas yang aneh…


(gambar-gambar dibawah ini yang saya pakai berasal dari google karena saya lagi malas fotoin bukunya, lol)

Photobucket by Pus2meong

Penguin Summer ini adalah novel bergenre Slice of Life, Science Fiction, dan… Bukan, ini bukan romance. Biarpun kelihatannya sang penulis ingin memasukan unsur romance disini, dari penjelasan bagaimana Takashi tampak tertarik pada sosok Akari, buat saya itu tidak cukup berhasil lulus sebagai kategori romance.

Karena saya baru 2 kali baca lite novel, and my first lite novel was so damn good, mungkin penilaian saya bakal jadi super subjektif disini.

First, saya sempat tertipu dengan bahasan Legenda Shirokobe nan panjang yang dijelaskan sampai dikhususkan satu chapter disini. Saya pikir itu akan jadi dasar ceritanya, tapi kemudian tidak. Saya pikir-pikir lagi apa relasi Legenda Shirokobe, Kubinashi-sama, dan Setan Rambut Putih dengan apa yang terjadi pada novel ini? Well, Gunung Shirokobe memang jadi latar tempat sebagian besar cerita, tapi bagaimana dengan Kubinashi-sama, Setan Rambut Putih, dan penjelasan literatur super panjang yang membuat saya berpikir… Oh, God… it’s gonna be a long day.

Saya kurang suka bagaimana penjelasan literatur tentang Legenda Shirokobe di jelaskan panjang lebar disini ketika hal tersebut tidak berperan terlalu banyak di cerita ini.


Photobucket by Pus2meong | Introduction : Gugigi, Ketua, Profesor, Souma Akari, Higashida Takashi

Masih membahas kebingungan saya terhadap ceritanya. Buat saya sendiri cukup banyak plothole atau hal belum terpecahkan atau yang masih bikin saya bertanya-tanya yang ditinggalkan sang penulis dalam buku ini.

  • Kenapa Akari susah-susah mencari “Kubinashi-sama” sampai mengajak Takashi pergi ke gunung? Hanya untuk mengambil parts yang di kubur? Lalu kenapa Takashi terlihat tidak tahu tentang hal itu?
  • Bagaimana urutan latar waktunya? Berapa jarak perbedaan waktu di tiap chapternya? (Beberapa kali di berbeda chapter terkadang menceritakan waktu yang sama dalam sudut pandang berbeda)
  • Kenapa penulis tidak menjelaskan keadaan planet Shambul yang menyebabkan professor dan ketua pindah ke bumi saja ketimbang menerangkan tentang Legenda Shirokobe?
  • Di pertarungan terakhir pesawat luar angkasa itu terbawa ke masa lalu dengan bantuan mesin waktu bertahun lalu dan Akari ikut terbawa kesana (buktinya, dijelaskan bahwa rambutnya memutih). Lalu bagaimana ia bisa kembali lagi?

Jadinya panjang deh… Kalau ada yang bisa menjelaskan pertanyaan-pertanyaan saya diatas kasih tau ya, siapa tau saya yang kurang teliti.

Beruntung, beberapa chapter cukup bisa menghibur saya seperti pertemuan Takashi dengan Gugigi si penguin. Ah satu lagi protes saya, Takashi yang menjadi orang paling pertama muncul ternyata bukan yang berperan paling penting.


Saya masih berpendapat, buku ini bukan pilihan terbaik untuk dibaca. Ini tidak jelek, buktinya saya masih mau baca ini sampai habis. Karena sebenarnya ceritanyapun cukup menarik, hanya saja sepertinya sang penulis harus bekerja lebih keras biar pembaca yang isi kepalanya seperti saya bisa mudah paham.

Ya intinya saya masih lebih suka The Giant Dwarf… duh, kan subyektif gini. But seriously… Kalau kalian punya info tentang buku ini kasih tau saya ya!

Kalau bicara soal ilustrasi, Takashi memang ganteng ya!

Advertisements

3 thoughts on “[Review Light Novel – Penguin Summer]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s