[3 Episode Rule – Charlotte]

1425089349964

Mungkin Charlotte adalah satu-satunya yang saya dengar paling di gembar-gemborkan di musim panas ini. Rumornya adalah cerita ini bakal tear-jerking karena tim yang menanganinya pun tidak lain tidak bukan ialah yang bertanggung jawab atas seri Angel Beats yang menjadi hits 2010 lalu.

Dari berita itu tbh saya ngga kemudian jadi tertarik, cuma gatau kenapa ikutan latah akhirnya ditonton juga, hehe.

Remaja yang memiliki kemampuan spesial, jumlahnya sangat sedikit. Yuu Otosaka memanfaatkan kemapuannya untuk memuaskan dirinya di dalam kehidupan sekolah. Kemudian, dia bertemu dengan seorang gadis bernama Nao Tomori. Pertemuan mereka menjadi takdir pertemuan bagi para pemegang kekuatan spesial.

Terima kasih AWsub untuk sinopsisnya.


Sejauh tiga episode ini kita tidak akan kehabisan porsi lawakan oldschool khas Jun Maeda. Ya kayak screenshot diatas, masih ada jokes berupa karakter yang bersikap baik-baik saja ketika kepalanya bocor akibat ulah konyolnya sendiri, dan beberapa lawakan ringan lainnya yang mungkin akan sedikit mencerahkan hari-hari sendu anda.

Charlotte adalah cerita karangan Jun Maeda yang terkenal dengan karya-karya mainstreamnya, sebut saja Angel Beats, Clannad, dan beberapa judul lain yang saya kurang tahu. Tidak menutup kemungkinan Charlotte akan benasib sama seperti senior-seniornya terdahulu, dan hal itu semakin diperjelas dari 3 episode yang telah ditayangkan sampai sekarang. Maksud saya…

Saya semakin excited setelah episode 2. Somehow lebih tertarik dengan cerita-cerita gelap anak-anak berkemampuan spesial yang dijadikan kelinci percobaan oleh para ilmuwan.


Charlotte juga menyuguhkan jajaran karakter yang lovable. Salah satu laughing stock paling berperan dalam seri ini, Takajou Joujirou. Ditipu oleh penampilan khas siswa dengan intelejensi tinggi, nyatanya dia seringkali bertingkah ceroboh karena menggunakan kemampuan teleportasi (atau berpindah dengan super cepat?) hanya demi makan siang enak di kantin sekolah. Belum lagi kenyataan bahwa dia idol otaku.

Sometimes i love her, sometimes i don’t…

Tapi secara kepribadian, Nao Tomori ini sangat jelas seperti karakter yang berusaha tegar. Sifat narsis, blak-blakan dan sulit diaturnya entah kenapa saya suka. Sakura Ayane sebagai seiyuu juga saya anggap berhasil membawa Nao agak berbeda dengan generik heroin yang lain.

Satu yang mengganggu saya… cuma design karakter perempuan disini. Which mean bukan cuma Nao. Ngga jelek sih, cuma gambar mata yang besar buanget kadang bikin sebel juga…

Rasanya hampir semua orang menganggapnya sebagai Lelouch 2.0. Saya sendiri ngga begitu peduli, tapi saya suka dengan sifat liciknya yang sepanjang 2 episode terakhir tidak terlalu kelihatan.


It’s a quite good show so far… Belum jadi must watch saya untuk musim ini, tapi tidak akan saya drop juga mengingat masih banyak yang harus diceritakan dari Charlotte. Kenapa seri ini diberi nama Charlotte? Dan bagaimana nasib si Otosaka imotou? Saya punya firasat agak buruk untuk karakter tipe genki seperti dia…

Advertisements

3 thoughts on “[3 Episode Rule – Charlotte]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s