[Live Action Review – Parasyte : Part 1]

parasyte-part1-poster


Ketika suatu hari saya dapat berita lewat di linimasi facebook saya berupa page Blitz Megaplex yang mengumumkan Parasyte : Part 2 di jajaran coming soon movie-nya, saya kemudian bertanya.

Emang Parasyte masuk Blitz? (sfx : duarr!)

Sedikit sebel karena, entah lupa entah kudet tentang Parasyte yang masuk teater Indonesia, walhasil sayapun kembali ke download bajakan yang sudah bagus kualitas grafisnya.

Oke, cukup sesi curhat-curhatannya. Jadi, Parasyte adalah film live-action yang diangkat dari cerita manga dan anime berjudul sama.

Sekelompok alien berbentuk cacing yang disebut parasyte turun ke bumi dan mengambil alih tubuh orang-orang tak terkecuali Izumi Shinichi. Beruntung ia berhasil menahan serangan itu sampai ke otaknya, namun sayang tangan kanannya menjadi korban dan hidup sebagai parasit di tubuh Shinichi yang ia sebut Migi. Sejak saat itu, hidup Izumi dipenuhi terror setiap harinya dari ‘teman-teman’ Migi.


Saya sudah cukup terbiasa dengan beberapa live-action movie Jepang yang bergenre aksi, mereka tidak atau mungkin belum bisa atau entah apa kendalanya sampai si ‘aksi’nya itu kurang berasa untuk saya. Terkecuali GANTZ, itu salah satu live-action Jepang terbaik buat saya sampai saat ini.

Nah, berbeda dengan pressure yang saya rasakan di animenya, bisa dibilang Parasyte versi live-action ini masih belum dibawakan dengan cukup baik. Kenapa? Saya masih merasa adegan berantemnya kurang, malah kalah dengan feel dramanya.


Well-made CGI… for Japan. Tidak hebat… masih belum bisa disandingkan dengan beberapa film besutan Hollywood yang memakai berbagai macam teknik 3D, tapi cukup baik di mata saya.


Personally, saya… kurang suka dengan aktor yang berperan sebagai Shinichi. tee-hee.

Kalau saya nonton sebuah live-action dari adaptasi tertentu, yang saya lihat adalah sebuah kartun yang sama, hanya dalam bentuk nyata. Untuk kasus Shinichi yang diperankan oleh Shota Sometani ini, saya pribadi kurang merasa kalau dia Shinichi. Rasanya kaya, dia cuma orang bernama Shinichi Izumi, tapi bukan Shinichi Izumi yang ada di seri Parasyte. Know what i mean?

Dan untuk Migi juga… Migi disini terasa lebih ‘berekspresi’ which is not bad at all, tapi saya pribadi lebih suka Migi yang bernada bicara polos seperti di animenya.

Dari beberapa cast, mungkin yang paling saya suka disini adalah

Masahiro Higashide as Hideo Shimada – Sisi ‘bukan manusia’nya paling terasa.
Ai Hashimoto as Satomi Munaroh… Murano – She’s cute… and less annoying ofc

Verdict!

Apa Parasyte Live-Action cukup menarik untuk ditonton?
Ya, terutama jika kalian memang fans Parasyte. Kalau untuk mencari sisi ‘aksi’nya, saya tidak yakin kalian cukup terhibur dengan porsi aksinya.

Oh! Oh! Satu lagi, yang jadi most favourite selama 2 jam ini!

Mungkin baru dan cuma disini saya merasa kalau orang ini benar-benar Shinichi.

Download Link

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s