[3 Episode Rule – Dungeon ni Deai wo Motomeru no wa Machigatteiru no Darou ka]

B86boOSIgAMGoH5


Rasanya sebel juga nulis 3 episode rule ketika episode keempatnya sedang airing… Dunia nyata sedikit melelahkan akhir-akhir ini, jadi yah… sudahi dulu curhatnya!

(karena mengeja judul aslinya butuh kursus dulu jadi mari kita sebut saja anime ini DanMachi) Adalah salah satu yang memegang ketertarikan tertinggi dari para pecinta anime terutama penggemar SAO akibat sayup-sayup berita yang mengatakan bahwa DanMachi ‘mirip SAO’. Which i hope no

Bell adalah seorang petualang pemula yang lemah. Di sebuah dungeon saat terpojok oleh seekor monster, ia malah di selamatkan oleh sang ‘putri pedang’ Aiz dan seketika jatuh cinta. Sejak saat itu, Bell memutuskan untuk mengejar Aiz dan bertekad menjadi kuat dengan bantuan Hestia, sesosok dewi familia yang ‘gagal’


How The Journey Goes…

Personally, saya bukan salah satu yang amat menantikan anime ini. Terutama dari impresi pribadi di episode pertama. RPG. Solo Fighter. Matsuoka Yoshitsugu. Saya tidak menyalahkan orang yang mengkembar-kembarkan ini dengan animu terjebak di game selama 2 tahun yang itu sih.

Saya cukup suka penjelasan bahwa bagaimana perjalanan Bell dari pecundang menjadi imba kuat adalah untuk sebuah tujuan  untuk mengejar seseorang dan ia tidak berusaha sendiri.

Selain itu, dari sinopsispun sudah dijelaskan bahwa selain menyuguhkan aksi melawan monster-monster, DanMachi juga anime yang bergelut di genre romance. Namun sampai sekarang masih abu-abu hati Bell akan kemana perginya karena setiap episode muncul lagi dan lagi heroine baru yang bikin kita berpikir ‘ah… harem terselubung.’

Apakah menyelipkan harem terselubung sudah menjadi kebiasaan A-! Pictures sekarang?


Nicely Done… The Jiggling Bewbs

Artnya sangat ecchi.

Seingat saya art ecchi itu terkenal dengan kilat putih-putih ataupun rona kemerahan di beberapa lekukan badan. Dan animasinya dilakukan cukup baik. Terutama dalam scene ketika Hestia menggoyangkan dadanya. Iya. Bagus. Seperti frame animasi di adegan itu sengaja di concern sepenuhnya.

Ehem… Saya cuma sebal ketika suatu anime menampilkan sesuatu yang tidak perlu atau dalam hal ini fanservice murah.

Jika membicarakan karakternya satu per satu, tidak ada yang aneh maupun istimewa dalam pengkarakterannya di mata saya. Dan saya tidak melihat kemungkinan mereka akan memperlihatkan kemajuan yang keluar dari perkiraan saya.

Sebagai contoh, Bell adalah seorang pecundang yang jatuh cinta pada swordsman kelas atas, maka ia terus bertarung untuk meningkatkan skill sampai menjadi kuat. Namun dasar karakternya tetap low profile dan insensitive seperti biasa. Sedangkan Hestia adalah dewi loli yang miskin dan hanya punya satu anggota familia. Ia sesosok yang hiperaktif, cukup agresif, kekanak-kanakan, akan melakukan apapun demi anggota familianya dan… ya… turut jatuh cinta pada Bell.


Verdict : Pretty Much Average

Apa saya akan melanjutkan nonton DanMachi sepanjang season ini?

Mungkin… Jika ada perkembangan yang baik kedepannya kenapa tidak? Tapi untuk sekarang saya tidak akan menjadikan DanMachi prioritas tontonan saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s