[Review Manga – Dengeki Daisy]

2014-08-24-669036


Bulan lalu, cukup banyak manga yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan panjang mereka. Salah satunya adalah Dengeki Daisy yang saya lupa tepatnya tanggal berapa ini dirampungkan biarpun sampai sekarang chapter extranya masih berjalan.

Dengeki Daisy adalah manga romance comedy yang dibumbui drama yang cukup tidak biasa untuk saya pribadi. Kalau kamu suka cerita cinta dengan tenggang umur yang lumayan jauh, sepertinya kamu akan suka manga ini.

Sepeninggal Souichirou kakaknya, Teru Kurebayashi hidup seorang diri hanya dengan sebuah ponsel pemberian mendiang kakaknya. “Jika kau kesepian, hubungi Daisy” adalah pesan terakhir dari Souichirou. Dan sejak saat itu, Teru yang hidup sebatang kara tidak lagi merasa kesepian berkat adanya Daisy yang belum pernah ia temui. Hingga suatu hari Teru terpaksa harus menerima hukuman dengan menjadi asisten Kurosaki Tasuku, seorang tukang bersih-bersih disekolahnya.


Dengeki Daisy tergolong memiliki konflik drama yang cukup rumit terutama untuk orang awam seperti saya yang kruang mengerti banyak tentang istilah perkomputeran. Ya, drama yang diusung disini bukan drama romantis tentang cinta segitiga atau semacamnya, melainkan permasalahan antar para progammer yang cukup menarik dan out of the box meskipun saya tidak yakin bisa mengerti sepenuhnya.

Untuk porsi romancenya sendiri semakin mendekati ending semakin jarang, tapi semakin intens. Dan itu cukup buat saya.

Yang menarik dari segi cerita selain drama, dan romancenya adalah selera komedi sang komikus yang cukup bagus dari ekspresi komikal masing-masing karakter, atau tingkah polos Teru yang petakilan kebangetan.


Dalam cerita ini Teru bisa dibilang satu-satunya yang di-anak-bawang-kan dalam kelompok Tasuku dan yang lainnya ketika berhadapan dengan musuh mereka.

Tapi yang bikin saya suka banget sama karakter developmentnya, terutama untuk Teru adalah dia bukan tipe main character wanita yang ketika di culik akan nangis sampai bantuan datang. Tidak jarang kita lihat Teru bahkan berperan besar dalam setiap masalah mereka. Karena jujur saya paling eneg liat karakter cewe yang bisanya cuma minta di selamatin…


Dengeki Daisy tidak pernah gagal bikin saya ketawa ngakak di setiap adegan komedinya. Setiap karakter bahkan punya perannya sendiri untuk menghidupkan manga ini, seperti Teru yang aktif dan polos, Tasuku yang galak dan mesum, Andou si kepala sekolah yang suka muncul dimana saja, sampai Souchirou yang setelah matipun jiwa sister-complexnya masih di kenang.

Last thought, Dengeki Daisy adalah manga yang seru untuk dibaca meskipun untuk saya pribadi lebih banyak menikmati adegan romantis ketimbang konflik mengenai virus komputer berbahaya dan apalah itu. Ini cukup worth to read.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s