[Review Anime] Naruto : The Last


Akhirnya di hari kedua penayangan Naruto The Last tepatnya kemarin malam pukul 8, saya bisa nonton secara langsung bareng 300 lebih penonton di auditorium 4 Blitz Megaplex, Paris Van Java, Bandung. Jarak bioskop jauh dan pulang agak maleman itu urusan ntar, karena akhirnya cukup terbayar dengan apa yang saya tonton.

Perang ninja sudah selesai, Naruto menjadi pahlawan yang di elu-elukan seluruh desa. Sangking terkenalnya Naruto di kalangan para wanita, sampai membuat Hinata sedikit gugup untuk memberikan hadiah padanya.
Dan ketika keduanya bertemu, seorang shinobi jahat, Toneri Ootsutsuki malah datang diantara mereka dan berniat menghancurkan bumi.

Naruto The Last adalah cerita yang tidak akan sama seperti seri maupun movie-movie sebelumnya yang pernah kalian tonton sebelum ini. Cerita dan unsur yang ada didalamnya akan sangat terasa berbeda dengan adanya cerita cinta dan bumbu-bumbu manis antara Naruto dan Hinata yang tidak jarang nyaris bikin saya diabetes. Mungkin itu poin pertama kenapa kamu harus nonton Naruto The Last.


  • Goof and Appearance… Same as Ever.

Naruto The Last masih dikerjakan oleh studio yang sama. Pierrot ya kalau ga salah?
Tidak ada yang terlalu spesial dari penggambaran, kecuali di bagian pembuka yang menceritakan kesimpulan seluruh seri secara singkat. Saya ngga terlalu ngerti tapi mereka memakai semacam gambar bergaya tinta kaligrafi dipadukan dengan CG. Maafkan saya yang lack of knowledge ini, susah juga dijelasinnya. Yang jelas itu kelihatan keren banget.

Dan bukan Naruto namanya kalau tidak menyajikan selipan-selipan komedi dari facial expression yang terlihat bodoh, jokes-jokes yang bikin seisi auditorium ketawa ngakak, sampai kelakuan Sai yang… ah sudahlah. Anak itu kenapa sih.


Aww-ed-a-whole-auditorium scene
  • Sarana Pemuas NaruHina Shipper Selama 2 Jam

Jika kalian NaruHina shipper, maka berbahagialah para kaumnya karena disini semua kegeregetan kalian tentang hubungan ambigu Naruto dan Hinata selama beratus-ratus episode dan beratus-ratus chapter akan diperjelas secara oh-so-sweet.

Dua jam adalah waktu yang cukup mengenyangkan untuk kita menikmati setiap scene NaruHina yang amat kental di film ini. Semuanya fokusnya ditempatkan pada cerita NaruHina, dunia milik berdua yang lain ngontrak pokoknya. Jadi untuk para shipper lain diharap untuk tidak kecewa karena pasangan lain tidak diperlihatkan disini.

Kabarnya ini adalah pekerjaan pertama Kishimoto-sensei yang menyangkut hal romance, dan beliau benar-benar mengerjakannya dengan cukup baik.
Biarpun dari sisi actionnya sendiri terbilang menarik untuk dinikmati dengan pertarungan para ninja yang imba-imba, The Last lebih mengkhususkan diri ke romance dan ngga jarang saya dibuat gemes sendiri oleh tingkah Naruto dan Hinata yang bikin saya dan seisi audit ingin jadi sutradara mendadak.
Gemes… Iya, gemes kesel. Kokoro saya dipermainkan disini. Hih.
Kalau kalian biasa nonton sinetron atau FTV mungkin kalian bisa menikmatinya dengan normal. Tapi ngga, ngga separah itu kok.

Saya bukan penggemar cerita romantis yang mendramatisir, tapi saya gabisa bilang ngga suka sama sisi manis dari cerita Naruto ini, bahkan saya sempet dibikin berkaca-kaca di scene-scene terakhir.


Jadi apakah Naruto The Last cukup layak untuk kita beli tiket bioskopnya?
Ya, dan mungkin saya akan datang dan nonton lagi.

Mungkin disini akhirnya kita melihat sisi rapuh Naruto yang sempet sulking karena cinta, dan bahkan ninja sehebat Naruto-pun bisa galau.

Sedikit peringatan untuk kalian yang belum nonton :

– Jangan berharap banyak dari screentime Sasuke Uchiha-sama di film ini.
– Entah ini terjadi hanya di Blitz kota saya atau mungkin kota lain juga begini. Please bear with the subtitle.
Naruto The Last mulai di tayangkan di Blitz Megaplex tanggal 8 April 2015. Jadi untuk kalian yang tertarik, silahkan nonton di Blitz terdekat mumpung masih tayang.
Advertisements

4 thoughts on “[Review Anime] Naruto : The Last

  1. nice review, *uhuk* aku saran kalau review gak cuma dari sudut cerita dan gambar saja, bagaimana kalau review dari sudut musik dan karakter (lainnya) juga?

    sejujurnya aku fans Naruto sama Hinata tapi gaktau kenapa kok aku… *uhuk* nonton bajakan cam *uhuk*, lalu entah kenapa hampir lost interest…
    kayake gegara banyak… ehm… fan… service? “NH FANSERVICE”, YA, ITU DIA! (walo gak sepenuhnya fanservice) aduh, aku tau kalo aku suka mereka, tapi terlalu banyak adegan yang melibatkan mereka bikin aku butuh cuci mata… [TERUTAMA adegan ciuman yang sambil mumbul di depan bulan, kapan mereka jatuhnya, KAPAN!? ahaha, tokoh-tokoh lainnya cuma ngontrak, paling banter semua orang pada muncul di kondangan Naruto]

    yah, film ini gak ada di kotaku, padahal aku berharap bisa nonton ulang secara legit 😛

    Like

    1. waah makasih masukannya! mungkin nanti bisa nyoba penilaian dari sudut pandang lebih luas, saya masih harus banyak belajar hihi~
      iya nih, buat saya sendiri porsi NaruHinanya err… too much. Tapi dimaklumin setelah tau ini karya cinta2an pertamanya Kishimoto jadi iyain aja deh /plak
      Ayo nonton lagiii~ masih tayang loh di teater blitz!

      Like

      1. Sama-sama…
        Yeah aku sempet mikir kalo Pak Kishimoto “balas dendam” gara2 chapter 1-700 gak banyak adegan NH, jadinya di The Last adegan NH-nya dibanyak2in XD tapi langsung kubuang jauh2 pikiran itu, terus maklumin :v
        Tapi… tapi.. aku ada di Malang… gak ada bioskop yang nayangin The Last… duh MALANGnya nasibku 😥

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s