Detail Proses Pembuatan Anime

1926847_832192750124117_5077659445202577950_n

Sebagian dari kita mungkin tidak tahu bagaimana repotnya proses pembuatan anime yang biasa kita tonton hampir setiap hari. Bahasan mengenai detail proses pembuatan Anime ini sebenarnya dibahas juga dalam anime Shirobako yang kini memasuki second cour.

Tapi barangkali kalian masih ingin tahu detil lebih lanjutnya, saya akan akan coba bahas disini!


Shirobako2a

1. Planning

Perencanaan pastinya kerangka terpenting dalam membuat sesuatu, tidak hanya anime. Namun dalam hal ini, perencanaan kira-kira meliputi tentang hal anime apa yang akan dibuat, bagaimana garis besar ceritanya, teknis, design karakter dan pembagian staff.


rori-sakurasou-no-pet-na-kanojo-11-1bb342f3-mkv_snapshot_20-49_2012-12-18_20-44-19

2. Skenario

Setelah perencanaan matang dan disetujui semua pihak terutama (jika cerita tersebut berupa adaptasi) dari pihak pengarang cerita asli, maka mulai proses pembuatan dan pengembangan cerita. Detil tokoh yang akan berperanpun dijelaskan disini.


totorostoryboard01

3. Storyboard

Jika kalian belum tahu apa yang dimaksud dengan storyboard, adalah pengembangan lebih lanjut dari bagian skenario. Jika skenario adalah penjelasan cerita berupa teks, maka storyboard adalah paparan yang lebih mendetil. Dalam storyboard sendiri terdapat gambaran kasar akan bagaimana kelihatannya pada scene tertentu, dan (biasanya) ditulis di kolom sampingnya tentang detail scene tersebut mulai dari angle kamera, tata cahaya, dialog, adegan, timing scene, dan detil lainnya agar tim produksi mengerti sepenuhnya detail cerita dan karakter yang akan dibuat.

bakuman-screenshot3

4. Menggambar

Tahap ini dibagi lagi menjadi tiga. Pembuatan lay out, gambar kunci, dan animasi in between

Dalam proses lay out , orang yang bertanggung jawab membuatnya akan banyak memikirkan bagaimana alur gerakan karakter dalam setiap adegan atau detail latar dan masih banyak hal yang lain terkait proses perfilman.
Setelah itu , mulai dibuat gambar-gambar kunci. Orang yang bertanggung jawab dalam tahap ini harus menentukan pada titik-titik mana saja pergerakan karakter terjadi.
Proses ini kemudian dilanjutkan dengan gambar in-between yang mengisi gambar kunci tersebut. Hasilnya, gambar itu sepenuhnya bergerak.


5. Mewarnai

Dulu, proses pewarnaan menggunakan cat dan kuas di atas sel-sel yang di siapkan. Tapi sekarang karena gambar di scan dalam komputer, proses pewarnaan bisa dilakukan secara digital.


6. Filmisasi

Tahap terakhir untuk menyatukan dan merekam seluruh gambar yang disiapkan. Pada tahap ini gambar-gambar diperhalus pergerakannya dan diberi visual efek jika diperlukan.


Untuk proses pengisian suara (dubbing) biasanya dilakukan setelah proses penggambaran selesai.

Lalu berapa biaya produksi anime per episode?
Dari hasil browsing beberapa sumber, biaya produksi anime adalah sekitar ¥11 juta/episode setara dengan Rp 1,32 Milyar/episode (¥1 = Rp 120, kurs per 03/06/2012)
Dan untuk 1 season yang rata2 berjumlah 12 episode menghabiskan biaya Rp 15,84 Milyar.

Biaya produksi tersebut terdiri dari :
– Original Work ¥50,000 ($660) – Rp 6 juta
– Script ¥200,000 ($2,640) – Rp 24 juta
– Direction ¥500,000 ($6,600) – Rp 60 juta
– Production ¥2,000,000 ($26,402) – Rp 240 juta
– Animation Supervision ¥250,000 ($3,300) – Rp 30 juta
– Original Art ¥1,500,000 ($19,801) – Rp 180 juta
– Animation ¥1,100,000 ($14,521) – Rp 132 juta
– Post Production ¥1,200,000 ($15,841) – Rp 144 juta
– Art (backgrounds) ¥1,200,000 ($15,841) – Rp 144 juta
– Photography ¥700,000 ($9,240) – Rp 84 juta
– Sound ¥1,200,000 ($15,841) – Rp 144 juta
– Materials $400,000 ($5,280) – Rp 48 juta
– Editing $200,000 ($2,640) – Rp 24 juta
– Printing $500,000 ($6,600) – Rp 60 juta
Satu episode anime rata-rata berdurasi 25 menit atau sekitar 37,500 frame, jika biaya produksi anime rata-rata Rp 1,3 milyar/episode, maka biaya produksi anime per menit adalah Rp 52,8 juta/menit atau Rp 35,200/frame.

Berikut daftar biaya produksi anime per episode.
1962 – Astroboy: Rp 252 juta/eps
1982 – Macross: Rp 660 juta/eps
1995 – Evangelion: Rp 750 juta/eps
2000 – ZOIDS: Rp 1,09 milyar/eps
2002 – Gundam SEED: Rp 3 milyar/eps
2004 – Gundam SEED Destiny: Rp 3,96 milyar/eps
2007 – Gurenn Lagann: Rp 1,3 milyar/eps

Perbandingan biaya dengan produksi animasi barat:
1987 – Ducktales: Rp 5,2 milyar/eps
1999 – Spongebob Squarepants: Rp 6,7 milyar/eps
1999 – Futurama: Rp 12 milyar/eps
2005 – Avatar: The last airbender: Rp 13,2 milyar/eps

Terbukti ternyata yang kita tonton selama ini bukan karya murahan kan?
Lalu darimana para pekerja studio itu mendapat uang sebegitu banyak untuk memproduksi satu episode anime hampir setiap minggunya?
Total biaya anime 2/3-nya dibiayai oleh pemerintah Jepang.

Anime adalah transfer budaya, pengetahuan, pemikiran dan banyak hal.
Bisa dibayangkan cara pandang kita terhadap negara Jepang sekiranya anime tidak pernah di ciptakan?

Nah sekarang terjawab kenapa animasi Indonesia sulit disejajarkan kualitas juga pamornya dengan produksi internasional dan alasan kenapa animator Indonesia lebih memilih berkarir di luar negri.
Kecuali jika ada investor yang berani menanam modal dengan angka diatas untuk produksi animasi di Indonesia, siapa tahu?

source

Advertisements

5 thoughts on “Detail Proses Pembuatan Anime

  1. Ge pernah denger animator di sana pade sengsara, soalnya gajinya kecil, coba loe ceck di google, trus katanya animator di Indo gajinya lebih besar. Animator Indo yg kerja di luar jarang yg bikin anime, jarang yg di Jepang, rata2 mereka ke Barat, amerika, kayak waldisney dkk. Di situ gak loe tulis berapa gaji animator mereka sedangkan lu narik kesimpulan bahwa animator indonesia lebih suka berkarir di luar negeri, apakah cuman krn biaya produksi yg mahal trus animator indonesia pd mau ke sana?

    Jangan salah Indo juga punya adit sopo jarwo yg sehari 1 animator cuman bisa ngasilin beberapa detik saja. Trus saran gw , kalo browsing kasih sumber! Lu kan bukan wartawan, jd lu juga gak punya sumber selain dr website org, tolong kasih sumber jika lu emang blogger yg beretika. Kalo sekiranya komen gw mengganggu silahkan delete aja gak pa2.

    Like

    1. kalo soal animator saya liat berdasar tabel urutan besar gaji dalam setiap tim produksi. dan emang jarang orang indo yang memilih kerja di industri anime. balik lagi ke gaji (mungkin) dan anime cenderung kerjanya lebih kejar tayang, cape juga iya. kalo soal animator indonesia lebih suka berkarir di luar negri itu fakta, satu karena dunia animasi di indonesia masih di nomor sekiankan, dan again… duit.
      buat sumber, saya lupa cantumin karena saya nyarinya serabutan. nanti saya edit artikelnya untuk nyantumin sumber at least seingat saya. thanks

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s